Senin, 15 Maret 2010

Wajib dan Sunnah Hajji

Ibadah haji


HAJJI

WAJIB HAJJI

Dasar Perintah / Hukum Ibadah Hajji :

Artinya :

“… dan karena Allah (wajib) atas manusia pergi (hajji) ke rumah itu,(yaitu) siapa yang berkemampuan ke sana….(QS.3 : 97)

SYARAT,RUKUN,WAJIB DAN SUNAT HAJJI



Syarat :

1. Islam
2. Baligh
3. Berakal Sehat
4. Merdeka (bukan budak)
5. Istito’ah (mampu)

Rukun :

1. Ikhram
2. Wukuf di Arafah
3. Thawaf Ifadhah
4. Sa’i
5. Cukur
6. Tertib

Rukun Hajji adalah “Rangkaian perbuatan yang harus dikerjakan dalam ibadah haji yang tidak dapat diganti dengan yang lain,walaupun dengan dam (denda).

Apabila salah satu rukunnya tertinggal maka tidak syah hajinya”. Wajib :

1. Niat Ikhram dari Miqat
2. Mabit di Muzdalifah
3. Mabit di Mina
4. Melontar Jumrah Ula,Wustha dan Aqabah
5. Tidak melakukan yang diharamkan
6. Thawaf Wada

Wajib Hajji adalah “Rangkaian perbuatan yang harus dikerjakan,dalam ibadah hajji. Bila tidak dikerjakan didenda dengan membayar dam (denda)”.

Dam adalah “Menyembelih hewan karena meninggalkan salah satu wajib haji”.


Sunnat : “Sunnat hajji adalah semua ibadab dan tatakrama yang dianjurkan oleh Rosullullah,seperti :

1. Bersuci : memotong kuku,memotong kumis,mencabut bulu ketiak,mencukur bulu kemaluan,berwudlu,mandi,menyisir jenggot dan rambut.
2. Membaca Talbiyyah
3. Mencium Hajar Aswad
4. Isti’lam di Rukun Yamani
5. Shalat sunat dua raka’at sesudah thawaf
6. Berdo’a di Multajam
7. Minum air zam-zam sambil berdo’a
8. Berdo’a ketika di Bukit Shafa
9. Membaca do’a ketika naik ke Bukit Shafa
10. Membaca do’a ketika naik ke Bukit Marwah
11. Membaca do’a ketika di Bukit Maewah
12. Lari-lari kecil bagi pria antara tiang hijau ketika sa’i antara Shafa dan Marwah
13. Berangkat ke Arafah setelah terbit matahari
14. Khutbah ketika di Arafah
15. Membaca do’a ketika di Arafah

CARA PELAKSANAAN IBADAH HAJJI :

1. Setiap awal pekerjaan membaca “Bismillahirrohmaanirrohiim”.

2. Menjelang berangkat dari rumah (di rumah) Shalat Shafar 2 raka’at.

3. Berangkat (ke luar rumah) baca do’a :

Artinya : “Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah”.

4. Naik/berada/duduk di kendaraan hendak berangkat baca do’a :

Artinya : “Sesungguhnya Tuhan Maha Pengampun dan Penyayang”.

5. Kendaraan mulai jalan,baca do’a :

Artinya : “…Maha Besar Allah yang telah menundukkan kendaraan ini,kepada Tuhan kami kan kembali”.

…Berangkat menuju tempat penampungan sesuai dengan kelompok/karu/karom/kloter masing-masing.

…Naik bis yang sudah disiapkan berpisah dengan keluarga…Menuju Bandara K.A.A…

…Do’a Talbiyyah mulai dikumandangkan….

Artinya : “Ya Alloh aku penuhi panggilanMu,aku penuhi panggilanMu,tidak ada sekutu bagiMU, aku penuhi panggilanMU,sesungguhnya segala puji dan nikmat adalah kepunyaanMu,demikian pula segala kerajaan,tiada sekutu bagiMu”.

6. Tiba di Terbinal Bandara K.A.A.

Baca do’a :

Artinya :”Ya Allah sesungguhnya aku minta kebaikan negeri dan penduduk serta kebaikan di dalamnya”.

(Menginap satu malam,istirahat/menunggu pemeriksaan petugas PPH…Mandi,makan dll. Persiapan ke Madinah).

Perjalanan K.A.A – Jeddah ± 8 jam.

(Di Pesawat : Menempati tempat duduk yang telah dipersiapkan,menyimpan barang dengan tertib,mendengarkan penjelasan dari petugas tentang cara-cara penggunaan sarana yang terdapat di pesawat,shalat dengan tayamum terlebih dalam keadaan duduk,makan,dll).

7. Tiba di Air port King Abdul Aziz Jeddah.

a. pemeriksaan barang ± 6 jam

b. pemeriksaan paspor

c. gunakan mantel bila tiba di Jeddah malam (dingin sekali)

d. menikmati menu makan ala Jeddah (enak sekali) e. persiapan menuju Madinah (dibekali makanan,buah-buahan,jerigen untuk air zam-zam) f. jarak antara Air Port King Abdul Aziz Jeddah – Madinah ± 425 km

8. Tiba di Madinah/Hotel/Pemondokkan.

a. melaksanakan ziarah ke Mesjid Nabawi

(Subhanalloh,Indah,Nyaman,Tentram,Berwibawa)

b. melaksanakan Shalat berjama’ah/arba’in s/d 40 x Shalat berjama’ah/ ± 8 hari kita berada di Medinah

c. setiap selesai shalat usahakan ziarah ke makom Nabi Muhammad SAW,dengan sahabatnya, Abu Bakar Ra dan Umar Bin Khatab Ra

(subhanalloh Tentram rasanya ketika berada di depan makom tsb.Dapat dibayangkan setiap hari kita menyampaikan shalawat dan shalam untuk Nabi Muhammad SAW,keluarga dan sahabatnya sa’at itu kita berada di hadapannya)

DO’A-DO’A ZIARAH

Ziarah merupakan amalan yang bertujuan melihat dari dekat tempat-tempat bersejarah dan untuk menyaksikan secara nyata tempat-tempat penting dalam pertumbuhan dan pengembangan agama Islam,agar dapat mempertebal iman.Hukum asl beziarah adalah mubah,bila dilaksanakan dengan niat yang baik,untuk menambah rasa iman dan keyakinan terhadap kebenaran ajaran Islam hukumnya menjadi sunat.Tetapi apabila dilaksanakan cara berlebihan,misalnya dengan mengeramatkan tempat-tempat tersebut sehingga menimbulkan kemusyrikan hukumnya menjadi haram.

1.Doa Masuk Masjid Nabawi Melalui Pintu Babussalaam

Masuklah dengan hati yang tenang,sikap sopan dan sabar,memakai pakaian bagus,bersih dan rapih serta tidak ketinggalan memakai wangi-wangian.Masuklah dengan mendahulukan kaki kanan

sambil membaca do’a :

Artinya :

“Dengan nama Allah dan atas agama Rasulullah.Ya Allah,masukkanlah aku ke dalam urusan agamaku dengan yang benar,dan keluarkanlah pula aku dengan cara keluar yang benar,dan berikanlah padaku ari sisiMu kekuasaan yang dapat menolong.Ya Allah sejahterakanlah junjungan kami Muhammad dan keluarganya.Ampunilah dosaku,bukalahpintu rahmat-Mu bagiku dan masukkanlah ke dalamnya,wahai Tuhan Yang Maha Pengasih dari segala yang Pengasih”.

2.Berziarah ke makam Rosulullah SAW dan para sahabat

Disunatkan memasuki serambi masjid lebih dahulu,lalu melakukan shalat sunat dua raka’at dengan khusyu.Selesai shalat tahiyatul masjid menuju makam Rosulullah SAW.menghadap ke makam ucapkan salam sbb :

Artinya :

“Selamat sejahtera atasmu Wahai Rosulullah,Rahmat Allah dan berkat-Nya untukmu.Selamt sejahtera atasmu wahai nabiyallah.Selamt sejahtera atasmu wahai kekasih Allah.Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah,Yang Maha Esa tiada sekutu bagi-Nya dan engkau adalah hambaNya.Dan aku bersaksi bahwa engkau telah menyampaikan risalah,engkau telah menunaikan amanat,engkau telah memberi nasihat pada umat,engkau telah berjihad di jalan Allah,maka Shalawat Nya,untukmu shalawat yang berkekalan sampai hari kiamat.Ya Allah,berikanlah kepada beliau kemuliaan dan martabat yang tinggi serta bangkitkan dia di tempat yang terpuji yang telah Engkau janjikan padanya,sesungguhnya Engkau tidak akan memungkiri janji”.

3. Setelah mengucapkan salam di makam rasulullah anda mundur ke arah kanan kira-kira satu langkah biasa lalu mengucapkan salam kepada Syaidina Abu Bakar Sidik.baca do’a sbb :

Artinya :

“Selamat sejahtera padamu wahai khalifah rasulullah,selamat sejahtera padamu wahai teman Rasulullah dalam gua,selamat sejahtera padamu wahai orang yang mendermakan semua hartanya karena cinta kepada Allah dan Rasul-Nya.Semoga Allah membalas dengan sebaik-baik balasan dari umat Rasulullah sebagai khalifah yang baik,dan engkau telah menuruti jalan dan jejaknya dengan sebaik-baik nya,engkau telah membela Islam,engkau telah menghubungkan silaturahmi dan engkau senantiasa menegakkan kebenaran sampai akhir hayat engkau.Maka selamat sejahtera padamu dan rahmat serta bekat Allah jua untukmu”.

4. Setelah mengucapkan salam kepada Sayidina Abu Bakar Sidiq,anda mundur lagi ke kanan kira-kira satu langkah.Kemudian mengucapkan salam kepada Umar bin Khatab.

(makamnya berdekatan pula dengan makam Rasulullah).



Artinya :

“Selamt sejahtera padamu wahai penyebar Islam,selamat sejahtera padamu wahai orang yang tegas memisahkan yang benar dengan yang salah,Selamat sejahtera wahai orang yang senantiasa bicara dengan benar,engkau telah membela anak yatim.Engkau telah menghubungkan silaturahmi dan dengan mullah Islam telah teguh dan kuat.Selamat sejahtera dan rahmat Allah jua padamu”.

5.Selanjutnya anda Shalat dua raka’at di Rauddah,lalu berdoa’a untuk diri sendiri,untuk orang-orang yang anda sayangi,untuk handai taulan,dan seluruh kaum muslimin dan muslimat.(insya Allah do’a ijabah.Wallahua’lam bissawab.Hanya Allah yang tahu).

6.Lanjutkan kegiatan anda untuk ziarah ke pemakaman di Baqi/samping masjid Nabawi.(perbanyak Shalawat,dzikir dan ibadah-ibadah lainnya,jauhi hal-hal yang mudzarat).

KETERANGAN :

Tempat shalat di Mesjid Nabawi terpisah antara laki-laki dan perempuan ,untuk itu buatlah perjanjian apabila anda mau memasuki masjid tersebut .Kapan/jam berapa/dimana anda bertemu kembali (usahakan tempat menunggu yang mudah diingat).

7.Kini anda akan meninggalkan Medinah,setelah anda selesai melaksanakan shalat Arba’in di Mesjid Nabawi.Jangan lupa lakukan shalat sunatul Khuruj dan berdo’a di hadapan Rasulullah. Do’anya sbb :

Artinya :

“Ya Allah berilah rahmat kepada Nabi Muhammad dan keluarganya dan janganlah menjadikan kunjungan ini sebagai akhir kedatanganku kepada Nabi-Mu,hapuskanlah segala dosaku dengan menziarahkannya dan berkahilah aku keselamatan dalam perjalananku serta mudahkanlah kepulanganku ini menuju ahli keluargaku dan tanah airku,dengan selamat,wahai Tuhan Yang Maha Pengasih dari segala yang pengasih”.

SELESAILAH IBADAH DI MEDINAH,KINI ANDA BERSIAP UNTUK BERANGKAT KE MAKKAH

1. Berangkat ke Dzul Hulaifah sebagai miqot makani.Di Dzul Hulaifah mulai umrah (memakai pakaian ihram) dan berniat :

Artinya :”Aku penuhi panggilan Mu Yaa Allah untuk berumrah”.

(di perjalanan menuju Makkah perbanyak membaca Talbiyyah)

Artinya :”Yaa Allah aku penuhi panggilan Mu,aku penuhi panggilan Mu,tidak ada sekutu bagi Mu,aku penuhi panggilan Mu,sesungguhnya segala puji dan nikmat adalah kepunyaan Mu,demikian pula sugala kerajaan,tiada sekutu bagi Mu”.

2. Tiba di Makkah

Melaksanakan “Thawaf Qudum”masuk ke Mesjidil Harram(berwudlu)masuk melalui pintu “Babussalam”.Pada pertamakali melihat Ka’bah tanpa mengangkat tangan ucapkan

Artinya:”Yaa Allah Engkaulah yang sejahtera,dari Engkaulah (datangnya)kesejahteraan, Maka hidupkanlah kami dengan keselamatan”.

3. Turun menuju Ka`bah kearah “Hajar Aswad” (garis warna coklat).Mulai Thowaf Umroh (menghadap Hajar Aswad usap/isyarat cium tangan) atau “isti`lam” .Baca :

(talbiyah dihentikan)

4. Menghadap kearah kanan (Ka`bah berada di kiri).Mulai “Thawaf”(berkeliling Ka`bah 7x putaran)

Pria 3x putaran berlari-lari kecil,putaran ke 4,5,6 dan 7 berjalan kaki.Untuk perempuan tidak ada lari-lari kecil.Setiap kali sampai kesebuah sudut Ka`bah yang namanya “Ruknul Yamani”.Merabanya atau mengangkat tangan (isyarat) tanpa di cium,ucapkan:

5. Dari Garis Batas “Ruknul Yamani” berlari-lari kecil menuju “Hajar Aswad”.Baca do`a:

Artinya : Berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat.

6. Sampai di “Hajar Aswad” (di seputar Ka`bah) ulangi hal Yang sama.(bacaan thawaf yang lebih lengkap silahkan anda baca pada buku tuntunan manasik haji)

7. Setelah selesai “Thowaf” Carilah tempat disekitar “Maqam Ibrahim”.(Shalat sunat2 rakaat di belakang maqam Ibrahim,rakaat pertama surat Al-Kafirun rakaat kedua surat Al-Ikhlas.

8. Di Masjidil Harom (seputar Ka`bah)

Menghampiri/menghadap Hajar Aswad sampai berisyarat,membaca do`a:

9. Di luar Masjidil Harom (seputar Ka`bah)

Mulai Sa`i menuju bukit Sofa dan Marwah.Membaca do`a:

Artinya : Sesungguh nya Sofa dan Marwah itu adalah diantara Syi`ar-Syi`ar Allah.

10. Di bukit Sofa

Sampai di bukit Sofa dan terlihat Ka`bah,menghadap Ka`bah membaca do`a 3x,diakhiri do`a sesuka hati :

11. Turun dari Sofa,berjalan menuju Marwah,sampai di tanda Hijau (batas tengah)/(lampu neon hijau),bagi para Pria mulai dari tanda tersebut berlari-lari kecil hingga tanda hijau berikutnya,(wanita berjalan biasa),terus berjalan sampai marwah.setelah sampai membaca do’a (mohon ma’af)

Ket : Kegiatan ini dilaksanakan 7x dari Bukit Sofa ke Marwah dihitung 1x,demikian sebaliknya dan berakhir di bukit Marwah.

12. Di Bukit Marwah “Tahalul” (gunting rambut)

a.Taqsir =menggunting beberapa helai rambut (pria&wanita)

b.Tahlik=cukur gundul (pria)
"IBADAH UMROH SELESAI"

(Halal dari semua larangan ihrom)
“ HAJJI”

1.Tanggal 8 Dzulhijjah (hari tarwiyah) pada pagi hari mulai lagi memakai “pakaian ihrom” untuk hajji..Berangkat ke Mina ucapkan :

Artinya: “Aku penuhi panggilan MU Ya Allah untuk berhaji”.

Dilanjutkan membaca talbiyah….

2.Mabit di Mina Tanggal 8 Dzulhijjah (menginap) malam itu di Mina (ngaso/istirahat).

3.Keesokan harinya “Wukuf” tanggal 9 Dzulhijjah setelah terbit matahari berangkat ke “ “Arrafah”.Singgah dulu di Mesjid Namirah,Shalat dzuhur dan Ashar di jama taqdim dan koshor.Berangkat menuju tempat “Wukuf” di “Arofah”,setelah berada di dalam tenda duduk menghadap kiblat dan berdo’a (do’a ijabah).

4.Mabit di Muzdalifah

Tatkala matahari terbenam,mulai berangkat meninggalkan Arrafah. Tanpa shalat magrib,langsung menuju “Muzdalifah”.(shalat magrib dan isya dengan jama qosor di Muzdalifah.

Keterangan : mengumpulkan/memungut batu kecil sesusi dengan jumlah 7x7=49.Lalu mabit sampai subuh.

5.Melempar Jumroh “Aqobah”.

Tanggal 10 Dzulhijjah setelah shalat subuh berangkat menuju Mina(istirahat sebentar),lalu pergi melempar “Jumroh Aqobah” 7x lemparan,setiap lemparan baca takbir (Allahuakbar).

Apabila telah selesai 7x lemparan,berdo’a :

Artinya:”Ya Allah jadikanlah haji yang mabrur dan dosa yang diampuni.

(waktu melempar jumroh Aqobah setelah matahari agak tinggi atau waktu dhuha).

6.Tahalul Awal/Asghar.Caranya sama seperti Tahalul Umrah.

(bebas dari segala larangan selama berihram kecuali hubungan suami istri masih tetap dilarang).Talbiyyah dihentikan.

7.”Hadyu/Qurban”.

Setelah membuka pakaian ihram dan diganti dengan pakaian biasa dilanjutkan menyembelih qurban tanggal 10 Dzulhijjah,tempatnya di Mina(lingkungan mina),apabila tidak ada waktu dilanjutkan tanggal 11,12,13 Dzulhijjah (hari tasyriq)

8.”Thawaf Ifadlah”.

Hari itu juga tanggal 10 Dzulhijjah berangkat ke Masjidil Harram untuk melaksanakan “Thawaf Ifadlah”,tanpa lari-lari kecil baik bagi pria maupun wanita.Thawaf Ifadlah ini akan lebih utama bila dilaksanakan pada tanggal 10 Dzulhijjah,tetapi bila udzur dapat dilaksanakan setelah udzur lepas(hari tasyrik).

9.Tahalul Tsani / Akhir

Setelah Thawaf Ifadlah,maka halallah segala larangan termasuk hubungan suami istri.Pada hari itu juga harus kembali ke Mina tidak boleh menginap di Makkah,tidak ada halangan tiba di Mina kemalaman.

10.Melempar tiga Jumrah ( Sughra,Wustha dan Aqabah/Qubra).

Pelemparan tiga jumrah ini dilaksanakan ba’da dzuhur dimulai dari jumrah Sugra,Wustha dan Aqabah?Qubra.Setiap kali lemparan 7x.Caranya sama seperti yang dilakukan pada tanggal 10 Dzulhijjah.Setelah selesai melempar jumrah Sugra lalu pindah tempat ke arah kiri menghadap qiblat kemudian berdo’a sambil mengangkat tangan sesuai kebutuhan masing-masing.Demikian pula setelah melempar Jumrah Wustha,sedangkan setelah selesai melempar Jumrah ‘Aqabah membaca do’a :

11.Nafar awal dan Nafar Tsani

Tanggal 12 Dzulhijjah,ba’da dzuhur dimulai lagi melempar tiga jumrah,caranya sama seperti yang dilakukan pada tanggal 11 Dzulhijjah,yang biasa disebut Nafar awal,harus meninggalkan Mina,pulang ke Mekkah sebelum matahari terbenam.Sedangkan yang melakukan Nafar Tsani,mabit lagi semalam di Mina,dan pada tanggal 1 Dzulhijjah da’da dzuhur harus melempar tiga buah jumrah kemudian segera meninggalkan Mina,kembali ke Mekkah sebelum terbenam matahari.

12.Thawaf Wada (Thawaf Perpisahan)

Sebelum meninggalkan Mekkah sebagai pekerjaan yang terakhir ialah Thawaf Wada yang dilaksanakan dengan 7x putaran tanpa lari-lari kecil dan sa’i.

DENGAN SELESAINYA THAWAF WADA MAKA SELESAI PULA “IBADAH HAJJI “

DO’AKU SELALU MENYERTAIMU SEMOGA ANDA MENJADI HAJJI DAN

HAJJAH MABRUR AMIIN….

Bandung, Mei 1997 /1417 H

Penulis,

Hj.E.Ellya Dellyana,S Pd.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar